• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
Tampilkan postingan dengan label Lumajang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lumajang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2016

Goa Tetes, Lumajang

12.48 // by Unknown // // No comments

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3j2r4Rb6z2U4Cs_VCFTmPA_BXKeVIsV5YkrxNK_0fNeKsmP0iR7oALS6c5Y65KzDLsBVqff4T6fs_Ct-OAqWmkS4VtXqr1e9SGbFsEEgfYv61EZ4YlblSeglYD38Nh7knBNbxMw10CiO4/s1600/DSC02005.JPG

Wisata Lumajang goa tetes ini terletak di desa sido mulyo, kecamatan pronojiwo, wisata ini cukup jauh dari pusat kota lumajang, untuk mencapai wisata ini kita harus menempuh jarak kurang lebih 50km dari pusat kota lumajang, namun meski cukupjauh di sela-sela perjalanan kita akan dimanjakan oleh pemandangan alam yang menawang yang membuat perjalanan kita tidak cepat merasa lelah.


Setelah memasuki kawasan goa kita akan disuguhkan keindahan panorama alam layaknya hutan dengan suara gemercik air yang membuat suasana terasa damai dan sejuk, jika anda ingin masuk atau menmbus goa tetes ini anda harus rela berjalan sejauh 1km, namun anda tidak akan rugi jika memasuki goa tersebut. 

Tetesan air yang tak kunjung henti dari atas goa ini sebenarnya malah mengindikasikan goa ini dialiri sebuah air terjun. Di dalam goa tersebut Anda akan disuguhi pemandangan stalagmite dan stalagtit yang terbentuk alamiah. Selain itu bebatuan yang mengandung mineral dan belerang hasil tetesan air dari atas goa yang berkilauan akan membuat Anda semakin takjub akan keindahan goa ini.

Selain memiliki banyak keindahan goa tetes ini mempunyai mitos tersendiri bagi warga lumajang dan sekitarnya, ada yang menganggap bahwa bila mandi dengan air tersebut bisa membuat awet muda dan jika masik lajang akan dimudahkan mencari jodohnya, bahka pasangan yang telah retak atau hancur bisa kembali lagi setelah sama-sama dipertemukan ditempat ini.

Air Terjun Telaga Biru, Lumajang

12.37 // by Unknown // // No comments

 
Selepas merasakan sensasi megah dan indahnya Coban Sewu, saya dan istri tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Kami telah menggadaikan nyali untuk turun tebing melalui tangga bambu yang lumayan ngeri-ngeri sedap. Begitu sudah sampai dasar tebing, sayang kalau langsung kembali. Kami sepakat mendatangi dua air terjun berikutnya di dasar tebing itu, yaitu Air Terjun Telaga Biru dan Air Terjun Gua Tetes. 

Sebenarnya, kami tak menyangka bahwa selain Coban Sewu, di tempat tersebut juga terdapat dua air terjun lainnya. Di sebuah warung kecil di tepi sungai, terdapat tulisan arah menuju Gua Tetes. Setelah bertanya ke sejumlah pengunjung lain, saya dan istri bergegas menyusuri tepian sungai menuju arah yang berlawanan dengan Coban Sewu. Beberapa langkah kemudian, kami bertemu dengan loket karcis sederhana yang dijaga oleh tiga pria bertanda pengenal sebagai pengelola Gua Tetes. Tiket di loket yang dibangun dari bambu itu dibanderol Rp 5.000 per orang.
 
Bertemu dengan tiga petugas itu, saya merasa mendapat kesempatan untuk banyak bertanya. Menurut mereka, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, merupakan pihak yang pertama kali mengelola tempat wisata alam ini. Semula, mereka membuka untuk umum akses menuju Air Terjun Gua Tetes. 
 
Menurut penjaga tiket, beberapa langkah setelah loket itu, juga terdapat Air Terjun Telaga Biru. Di dekat loket itu, memang terpasang foto Air Terjun Telaga Biru yang dicetak di banner. “Air terjunnya ada di balik tebing tinggi itu, Mas. Tinggal jalan sedikit,” ujarnya.
Rupanya, ini nama yang baru diberikan untuk air terjun tersebut. Sebelumnya, air terjun ini tak punya nama dan dikenal sebagai bagian dari Air Terjun Gua Tetes. Memang di sini terdapat banyak sumber air dari puncak atau badan tebing sehingga membentuk air terjun. Salah satunya adalah Air Terjun Telaga Biru.
 
Apakah telaga air terjun ini berwarna biru? Mmmm, waktu saya ke sana, memang warnanya hijau kebiruan, tapi tak sebiru yang saya bayangkan. Air terjun ini bersumber dari puncak tebing, jatuh ke bebatuan, membentuk undakan-undakan, lalu berujung di dua muara di sisi kanan dan kiri. Dua muara itulah yang kemudian membentuk telaga. Pohon-pohon tumbuh di sela-sela aliran air, menambah sejuk suasana dan pemandangan.
 
 

Warga sengaja membendung air di telaga ini dengan karung berisi pasir di sekeliling telaga agar air tak langsung mengalir ke sungai. Karena itulah, para pengunjung tergoda mandi seru di telaga air terjun ini. Bahkan, sekadar merendam kaki atau membasuh muka dan tangan pun sudah mampu menyegarkan kembali badan yang telah menempuh perjalanan cukup ekstrem. Energi pun kembali terkumpul untuk melanjutkan petualangan ke air terjun selanjutnya, Gua Tetes. 
 

Air Terjun Tumpak Sewu, Pronojiwo, Lumajang

12.19 // by Unknown // // No comments




Air Terjun Tumpak Sewu, ada juga yang menyebut Coban Sewu atau Grojogan Sewu secara administratif terletak di aliran sungai Glidih yang menjadi perbatasan kecamatan AmpelGading Malang dan kec. Pronojiwo Lumajang. Air Terjun Coban Sewu ini hampir mirip dengan Air Terjun Coban Pitu di Pujon Malang ( Baca : Coban Pitu, The GreatWaterfall). 

 
Namun yang membedakan adalah jumlah sumber mata air di Air Terjun Tumpak Sewu ini jumlahnya lebih banyak, itu juga yang menjadi alasan kenapa air terjun ini dinamakan Coban Sewu karena jumlah sumber mata airnya yang sangat banyak.

Rute untuk menuju Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) ini dapat melalui Kota Malang – Jawa Timur yang kira-kira memerlukan waktu 2 jam 30 menit dari Kota Malang menuju Lumajang melalui Bululawang - Dampit - Tirtomoyo - Pronojiwo, kemudian setelah di tugu perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang sekitar 100 meter sebelum tugu tersebut ada gang turun pada kiri jalan jika kita dari arah Lumajang. 
Kemudian kita lurus saja sampai sungai, lalu motor diletakkan di gubuk penambang pasir. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri sungai sekitar 200 meter, baru setelah itu kita akan menemukan air terjun ini. Sama halnya seperti menuju lokasi Air Terjun Goa Tetes, rute menuju Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) dapat dilalaui baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Medan menuju Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) masih terbilang sulit dan terjal pasalnya wisata ini tergolong baru di Kab. Lumajang dan untuk wisatawan dimohon untuk berhati-hati dan menaati peraturan yang telah diterapkan oleh pengelola tempat wisata karena Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) ini sudah memakan korban jiwa. Dahulu, sebelum wisata air terjun Tumpak Sewu dibuka, Goa Tetes merupakan satu-satunya destinasi wisata di lokasi ini.
Pemandangan dari atas maupun dari bawah akan terlihat sama indahnya untuk memandangi Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) ini. Namun yang perlu diperhatikan adalah, trip-er semua harus ekstra hati-hati bila ingin turun karena medannya sangat licin dan berbahaya, jangan memaksakan diri apabila kondisi cuaca sedang mendung atau sudah sore. Trip-er semua masih bisa menyaksikan pemandangan Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) dari atas yang juga tidak kalah keren. Bener-bener seperti “Serpihan Surga” di bumi Lumajang.